Rebutan Tanah 1,5 Hektar, Dua Keluarga di Lampung Ini Nekat Lakukan Sumpah Pocong

Dua cagaran praktikkan hujat pocong | YouTube

Beredar video viral hujat pocong dilakukan bersama masyarakat Udik Tanjung Harapan, Kecamatan Margatiga, Kabupaten Lampung Timur.

Aksi caci pocong ini dilakukan dua gadai dilatarbelakangi perebutan zamin sekitar 1,5 hektar.

Dua gadai tersebut mengawasi hujat pocong di suatu musala di udik selingkung pada Selasa 8 Oktober 2019.

Diketahui kelakuan caci pocong ini dilakukan dengan cagaran Jailani.

Aksi Jailani menjamin hujat pocong perlu sendiri.

Dia ditemani tiga anasir keluarganya.

Ada juga sisi bedanya adalah tandon M. Sanusi.

Seperti cagaran Jailani nan ditemani anasir keluarganya, tandon M. Sanusi juga juga didampingi dua bagian keluarganya.

Ritual hujat pocong | Facebook

Tak pelak, kelakuan caci pocong ini mencabut kerlingan masyarakat sekeliling nan menyaksikan.

Salah wahid akun media lembut bahkan merilis cuplikan ini.

Satunya diunggah bersama akun Facebook Yuni Rusmini.

Dalam cuplikan unggahan terlihat dua cerai bagian langsai melalui mengadopsi garmen kafan mencancang fisik sebaik-baiknya layon nan ingin disemayamkan.

Sementara bagian tandon Jailani juga M. Sanusi juga ikut terhampar memukul pihaknya masing-masing.

Diduga hujat pocong dilakukan karena kedua cerai sisi saling tuntutan ibarat perompak daerah seluas 1,5 hektar.

Usut kepunyaan usut, perselisihan daerah tersebut muncul karna wahid sibak sisi terkecoh pindai tekor Waduk Way Sekampung di Kecamatan Margatiga.

Tak main-main, dalam hujat pocong itu memvisualkan berikrar untuk beradu keselamatan.

Mereka bahadur berikrar juga tulus diazab satu keturunan.

Dari beredarnya cuplikan ini tiba-tiba memperkenalkan berjenis-jenis kajian semenjak warganet yang menyaksikannya.

https://www.youtube.com/watch?v=_DROA6ozJ6A

Ada yang menyampaikan jika umpat pocong adalah perangai nang menyekutukan Tuhan.

Ada pula nan mengecewakan polah ini, padahal tengah kedapatan pengadilan nang piawai dijadikan media untuk menceraikan perbalahan nan dimaksud.

Kejadian pantas ini sedang dijumpai di sejumlah wilayah, batil wahid nan menjadi viral adalah hujat pocong nan terjadi di Probolinggo, Jawa Timur atas 23 Mei 2018 lalu.

Dilansir semenjak lokasi media online, caci pocong itu dilakukan oleh Tinasum (53 tahun), warga selingkung yang dituding memiiki mata kuliah santet.

Tudingan itu unjuk per keliru tunggal jiran Tinasum sendiri, yaitu Sulima (43 tahun).

Sulima mengamati Tinasum berlokasi di olak melilit berat otak nafas konstan nan diderita suaminya, yaitu Mat Cahaya (50 tahun).

Untuk membiarkan tudingan tersebut, Tinasum mukhlis melewati upacara hujat pocong nan dilaksanakan di keliru wahid mushola di udik setempat.

Di mushola tersebut nyata Tinasum berbaring di akan tikar.

Tubuhnya terpincut garmen kafan seperti serupa wong yang suah meninggal.

Di seperdua dia kedapatan Sulima  dan leyeh-leyeh dan dikafani.

Ritual caci pocong tersebut dipimpin Rois Syuriah Nahdlatul Kiai (NU) Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Hariri serta disaksikan perutusan Cantik Ustad Indonesia (MUI) setempat.

Hadir juga Kapolsek dan Camat Wonomerto juga sebesar runtutan mereka.

Sebelum titi seremoni umpat pocong, Tinasum dan Sulima sama-sama mengakui urita pernyataan.

Isinya, usah dapat sedang tersisip tuduh-menuduh usai hujat pocong digelar.

Dalam pekerti tersaput kafan dan alat penglihatan dan domol ditutup kapas, Tinasum juga Sulima memukul persembahan caci di sumber Alquran.

Dalam umpat pocong ini, dipercaya Tinasum pada meraih hukuman mulai Tuhan kalau dia berbohong.

Begitu juga sebaliknya, Sulima akan meraih hukuman semenjak Tuhan jika tuduhannya jangan benar.

Tinasum rontok adem selesai titi upacara itu.

Dia menguatkan dirinya perlu memangku mata kuliah hitam, daripada sampai menggayung tetangganya sendiri.

Meskipun hujat pocong sendiri menjadi memihak dan anti buat masyarakat dikarenakan dianggap menyerikatkan Tuhan, namun kebenarannya dua sensasi tersebut menjadi tanda jika caci pocong sedang dipercaya dan dianut bersama sebagian warga.

Warga menyakini seandainya sportivitas tertangkap diungkap dengan ikrar penerapan umpat pocong.

Pada pelaksanaannya, orang nan diambil sumpahnya akan dibungkus merampas kain kafan lazimnya layon yang tersedia dimakamkan.

Sumpah pocong dilaksanakan per pandangan jika Tuhan atas menyampaikan aniaya akan orang itu kalau memang terbukti berbohong.

Sharing is caring!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *